Tak Tepat Waktu

Jogja

“Kamu tahu kopi joss?”

“Apa itu?”

“Kopi arang khas Jogja, kopi dengan arang membara di dalamnya”

“Enak?”

“Saya nggak bisa bilang tapi kamu harus coba, ayo ikut saya.” Continue reading

Advertisements

Satu minggu sudah hari lahirmu berlalu.

Aku tak juga punya sesuatu untuk kutuliskan sebagai hadiah ulang tahun.

Bukan karena tak ada yang ingin kusampaikan, tapi justru karena terlalu banyak yang ingin aku katakan.

 

Apa kabarmu di sana?

Rindukah engkau berduduk-duduk di sebuah panggung tak terurus di taman budaya?

Rindukah berdesak-desakkan bersama ratusan orang dan sesekali mengumpat karena mereka tak beradab?

Continue reading

Rindu KAMU

“Jadi.. Apa yang terjadi setahun ini? Bahagia lo di sana?”

Aku baru saja menghempaskan diri di tempat tidur kamarnya, tempat dulu aku sering menginap jika aku bertengkar dengan ayahku, atau aku pulang terlambat hingga tak dibolehkan masuk ke rumah. Bantal yang kini di pangkuanku adalah saksi untuk tiap air mata yang mengalir pelan-pelan saat dia kira aku sedang tidur. Continue reading

Pondok Pesantren “Senin-Kamis”

“Pondok Pesantren Khusus Waria”

Pondok Pesantren “Senin Kamis” yang beralamat di Notoyudan GT II/1294, RT 85 RW 24, Yogyakarta ini memiliki bangunan yang sangat sederhana, jika kita tidak jeli untuk melihat plang bertulisakan “Pondok Pesantren Khusus Waria Senin Kamis”, tentunya kita akan menganggap bangunan tersebut hanyalah rumah penduduk biasa. Pondok ini juga memiliki keunikan tersendiri daripada pondok pesantren lainnya karena pondok pesantren ini mengkhususkan diri untuk para waria. Selain itu, walaupun menggunakan nama “Pondok Pesantren” tetapi di sini tidak mengkhususkan diri pada salah satu agama tertentu, semua waria dengan agama apapun diterima, asal niatnya untuk beribadah. Maryani sebagai pimpinan pondok menceritakan awal mula didirikannya pondok ini karena keinginannya untuk mendapatkan kebebasan beribadah sebagai waria. Pondok yang berdiri tahun 2008 ini mengalami kesulitan dalam mendapatkan izin dari pemerintah untuk berdiri sebagai pondok pesantren. Oleh karena itu, Mariyani sebagai pimpinan pondok mengusahakan jalur lain untuk mendapatkan kekuatan hukum, yaitu melalui akta notaris yang akhirnya didapatkannya pada tahun 2010. Continue reading

Senja untuk Candra

Hari ini ulang tahunmu. Setengah hari telah berlalu. Hampir senja, dan aku bahkan belum menemukan kado untukmu. Aku bingung, harus memberikan apa.

Kau ingat waktu dulu? Di setiap senja, kita selalu memanjat atap rumahku. Menatap mentari kembali ke peraduan. Kau tahu, aku tergila-gila pada senja. Aku sering mengajakmu berkeliling Jogja, hanya untuk mendapatkan view senja terbaik. Continue reading

‘Kado’ Ultah Buat Danu

Berlin, 11 : 11 p.m.

Empat Puluh Sembilan menit lagi menuju usia barumu, 25 tahun.

Seperempat abad sudah kini kau punya usia. Congratulatioonnn!!!! #ayeaye!

Hai, gimana rasanya menjadi tua, Nu? Ah, pasti rasanya biasa aja kan, nggak ada yang berubah. Cuma makin diingatkan aja akan jatah (waktu). It’s running faster, isn’t it?

Continue reading