Menyambung Garis

Kamu berjalan dua langkah di depanku. Tanganmu terayun pelan mengikuti gerak tubuhmu. Dulu, aku bisa dengan bebas menangkap tangan itu, menyimpannya erat dalam genggamanku. Lalu wajahmu akan merah padam memandangku ragu-ragu, malu-malu, takut-takut, sebelum menarik tanganmu kembali. Sebentar saja memang, tapi bisa kurasakan telapak tangan yang putih itu, seperti porselain.

Kamu masih ragu-ragu, malu-malu, takut-takut memandangku. Seperti saat ini, dua langkah di depanku, kamu berbalik. Kedua bola mata berwarna coklat itu mengirimkan sihir. Aku terpaku. Jangan sampai kamu tersenyum, bisa saja aku mati mendadak karenanya. Sudah, sudah, jangan tersenyum. Tapi kamu tersenyum. Bibirmu merah muda tanpa pewarna melengkung di bawah hidungmu yang bangir. Kamu secantik boneka.

Sepoi, angin menghembus kerudungmu yang panjang. Aku terpaku. Continue reading

Advertisements

Tak Tepat Waktu

Jogja

“Kamu tahu kopi joss?”

“Apa itu?”

“Kopi arang khas Jogja, kopi dengan arang membara di dalamnya”

“Enak?”

“Saya nggak bisa bilang tapi kamu harus coba, ayo ikut saya.” Continue reading

Kau, Kekasih Hati

Bayanganmu berkelebat di sudut mataku. Perlahan kucari keberadaanmu, dan seketika terpaku. Khayalku mengembara. Jauh.

***

Usia kita 20++. Aku 22, kamu 25. Kita mengikrarkan diri untuk saling menyayangi sejak 3 tahun silam. Takdir Tuhan Mahabaik yang mempertemukan kita.

Hubungan kita baik-baik dan tanpa intrik. Okelah, kita memang sering bertengkar, namun apalah artinya jika berakhir dengan pelukan sehangat mentari yang menyapa fajar. Ah, aku mencintaimu selalu. Tak pernah bisa menyebut namamu tanpa tersenyum.

Kita layaknya manusia gila tersihir asmara. Selama tiga tahun. Hebat, bukan?

Kita menyaksikan hati-hati yang tercabik, pasangan-pasangan yang tamat dan saling menatap jijik. Kita tetap bergandengan, beriringan tanpa keluhan.

Hingga hari itu tiba, di mana bapak-ibuku tak sengaja bertemu dengan ayah-bundamu di tempat belanja favorit kita. Kita sedang menikmati hari dengan keluarga masing-masing, dan entah mengapa hari itu kita tak saling memberitahu tujuan, hingga akhirnya semua berantakan tak karuan. Continue reading

Demi Sebuah Memori

23.00

Aku tak juga bisa tidur. Pertengkaran dengan pacarku 3 jam lalu masih terus terbayang dan tengiang-ngiang. Dia berjanji menikahiku tahun ini, tapi ibunya belum juga bisa menerima masa lalu keluargaku yang kelam. Malah tadi dia membahasnya lagi, yang membuatku naik pitam, dan akhirnya aku memutuskan untuk selesai saja hubungan kami.

Continue reading

Ibu, Kamu Datang Begitu Terlambat

Aku mengenal ibu-ibu yang dengan bangga hati memamerkan anak-anak mereka; melalui foto-foto yang mereka tunjukkan, melalui obrolan panjang pada pertemuan-pertemuan, melalui setiap kesempatan dan cara yang memungkinkan.

“Anakku sudah bisa merangkak, lho…”

“Wah, anakku kemarin mbikin banjir rumah, kran air dibiarkan terbuka… Haha… “

“Anakku pintar, dia bisa meniru artis di televisi.. “

Perihal-perihal enteng seperti merangkak, membiarkan kran air terbuka, atau meniru artis di televisi menjadi sangat penting bagi ibu-ibu yang membanggakan anak-anak mereka itu. Continue reading

Kelelawar Berterbangan di Atas Kepalaku

Kecil, kamu sedang apa? Aku senang, akhirnya kamu pulang. Malam ini aku sedang memandangi rumahmu dari sini. Jauh, sangat jauh. Kecil, sangat kecil. Meskipun begitu aku sudah merasa beruntung, tidak tiap hari aku bisa melihat rumahmu dari kejauhan seperti ini.

***

5 Maret 2012

Sudah empat bulan sejak kepergianmu, dan aku belum mendapatkan kabar apapun tentangmu.  Kecil, kamu tahu? Hari ini aku sedang menunggu senja di atas bukit ini. Bukan langit yang memerah yang ingin kulihat, bukan matahari yang perlahan tenggelam di ufuk barat yang ingin kupandang, aku hanya ingin menunggu waktu senja kemudian memandang ke arah timur.

Sebuah bintang berwarna merah pucat di langit timur, tepatnya di antara konstelasi Leo. Sebenarnya bukan bintang, melainkan sebuah planet, Mars. Hanya saja hari ini Mars terlihat sangat jelas, berpendar seperti bintang. Kamu tahu Kecil? Orang-orang menyebutnya bintang Kejora. Entahlah, aku pun tak tahu asal muasalnya. Continue reading