Kebakaran

Hati ini tak ada lagi yang mengisi

Setelah lama kau pergi di suatu pagi

Saat udara masih dingin

Saat embun masih bening

 

Hatimu kalut saat itu

Kerajaan mimpi yang hampir selesai kau bangun

Tiba-tiba hancur, luruh bersama debu

bertahun-tahun kau habiskan di sana

Harus usai oleh satu hari naas itu

 

Aku melihatmu di sana

Kau berdiri mematung di bekas tangga

Di atas puing-puing usang yang telah basah oleh hujan

Seperti menonton sebuah parodi

Kau masih menantikan akhir cerita, cerita yang tentu saja direkayasa

Dan akan kembali seperti semula pada saatnya nanti

 

Tapi ini berbeda

Kau sedang menjejaki kenyataan hidup

Tak ada yang direkayasa

Tak ada titik kembali

Ini nyata dan sudah terjadi

Mimpimu hangus tinggal puing

Setelah satu malam petir menyambar antena pemancar radio

Lalu merambat dan memicu kobaran hebat setelahnya

Mimpimu habis dalam semalam, tenggelam di reruntuhan

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s