Perempuan Yang Sedang Menuju Ke Barat

Seorang perempuan menantang angin laut yang menampar keras-keras wajahnya. Ujung kerudungnya terbang dibawa angin kesana-kemari, ia tampak tak peduli. Rupa-rupanya ia sedang berniat. Pikirannya jauh melampaui pandangannya, jauh melampaui garis lurus yang membelah langit dan laut.

Aku menunggu di belakangnya. Siapa tahu tiba-tiba ia menoleh sebentar, agar bisa ia tahu aku masih duduk-duduk saja di situ, di belakangnya. Tapi tidak. Ia sedang benar-benar berniat.

Aku melihat pengalaman hidup yang ia bawa tumpah ruah, tapi “Ini belum cukup,” begitu katanya.

“Mau ke mana lagi, kau?” tanyaku. Berharap segera mendapat jawaban.

Aku melihat orang-orang yang hidupnya telah ia sentuh, langsung dan tak langsung, bertatap muka atau hanya lewat tulisan-tulisannya yang melayang-layang di dunia maya. “Aku akan bertemu lebih banyak orang lagi,” begitu katanya, “akan kualami sendiri cerita-cerita yang mungkin mereka alami.”

Ia memang benar berniat.  Ke barat kini ia menuju. Dan mungkin arah angin akan membawanya ke timur bumi tak lama lagi.

“Apa yang sebenarnya kau cari?” tanyaku. Berharap kali ini mendapat jawaban.

Ia menoleh dengan keyakinan yang tenang, kali ini. “Kau, apa yang kau cari?”

Bukan jawaban yang aku dapat, namun pertanyaan yang dilempar kembali kepadaku itu seperti menjawab.

Lamat-lamat, kudengar ia bergumam, “Kita jangan sampai berhenti, kecuali untuk mati.”

~

Selamat ulang tahun Anggi Zoraya yang petualangan hidupnya tambah seru aja sekarang,

mari kita mendodos bersama!

Amalia Achmad, April 2012

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s