Kekal dalam Keindahan

Bersyukurlah kalian yang tak perlu menunggu seribu tahun untuk saling menemukan.

Tidak perlu berpindah-pindah hati, tak perlu merasakan sakit yang terlalu.

Tak perlu tahu kejamnya pria dan wanita yang saling menyakiti.

Tak perlu mengerti bagaimana dua hati yang mencintai bisa saling membunuh dengan pasti.

 

Beruntunglah kalian yang bisa kembali bersama setelah semua yang terjadi.

Tawa, tangis, amarah, adalah syarat mutlak yang tak bisa dihindari.

Cinta bukan jaminan, namun kebersamaan selalu terlalu berharga untuk disia-siakan.

Maka bersatulah kalian dalam ikatan.

Ikatan Tuhan.

 

Jika aku boleh mengutip satu kalimat yang sering terdengar indah dari balik pintu gereja.

Apa yang disatukan Tuhan, tak dapat dipisahkan oleh manusia.

Maka peliharalah ijab qabul yang telah tercipta.

Dengan mahar yang telah diserah-terima.

Dengan saksi-saksi orangtua yang berbahagia.

 

Memelihara ijab qabul yang telah terucap.

Tak perlu membesar-besarkan, namun juga tak mudah berbuat silap.

Duka lara menjadi tanggungan bersama.

Karena di dalam filosofi Jawa, pasangan hidup kita disebut sebagai garwa.

Sigaraning nyawa.

 

Seharusnya tak ada bahagia jika salah satunya terluka.

Tak ada tangis yang sendiri dalam gulita.

Tak ada perih yang disembunyikan.

 

Maka aku berdoa untuk kalian.

Semoga kekal segala keindahan.

 

~

 

Selamat menempuh hidup baru, Candra Aji & Dinda Aulia Marhaeni : )

 

Almas Karamina, Maret 2012

2 thoughts on “Kekal dalam Keindahan

  1. Kekal dalam keindahan, doa yang mulia. Aku mengamininya sahabat. Semoga para malaikat pun seirama denganku. dan doaku pula untukmu Sahabat, Semoga Sang Maha Cinta pun mengerling pada jodohmu, agar dimudahkan jalannya untuk segera menujumu, bersanding seperti kami. Hingga kamu punya partner sejiwa yang pas denganmu.

    Cinta bukan jaminan, namun kebersamaan selalu terlalu berharga untuk disia-siakan. sepakat!

    Apa yang disatukan Tuhan, tak dapat dipisahkan oleh manusia. Semoga tidak ada satupun manusia yang lancang melakukannya.

    Karena di dalam filosofi Jawa, pasangan hidup kita disebut sebagai garwa.Sigaraning nyawa. InsyaAllah, kami akan berusaha menjaga masing-masing garwa kami. Bismillah.

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s