Karamina

Namaku Karamina. Cantik ya? Ibu bilang, diambil dari nama teman lamanya yang ia sudah lama tak jumpa. Sebentar mereka kenal, berteman, dan tidak terlalu akrab sebenarnya tapi Ibu menyukai temannya bernama Karamina itu sampai-sampai ketika aku lahir dinamainya aku “Karamina”. Aku tidak keberatan dengan nama secantik itu, dan dari cerita-cerita Ibu yang meski tidak sering selalu seru untuk didengar, aku juga menyukai Karamina, teman lama Ibu itu.

Kami, aku dan pemilik asli nama ‘Karamina’ itu, pernah dua kali bertemu tapi aku tidak ingat. Ibu bilang waktu itu aku masih kecil sekali. Karamina, teman lama Ibu itu, tinggal jauh di pulau lain. Mereka, Ibu dan temannya Karamina, kenal bertahun-tahun yang lalu ketika Ibu kuliah di pulau itu. Karamina begitu mudah masuk ke semua pergaulan, kata Ibu. Temannya banyak, kata Ibu. Ia beruntung bisa menjadi salah satu teman Karamina, kata Ibu. Mungkin karena sifatnya yang ramah pada semua orang tanpa membeda-bedakan, mungkin bicaranya yang mengalir dan akrab, mungkin tertawanya yang menyenangkan. Hmmm… sedikit banyak mengingatkan aku pada sifatku sendiri.

Namaku Karamina. Nama cantik yang diambil dari nama teman lama Ibuku.

Nak, Karamina, biar Ibu ceritakan sedikit dari mana namamu berasal. Aku mengenal seorang Karamina lainnya. Sebentar, tak lama. Biasa, tak terlalu akrab. Tapi perkenalan singkat dan tak terlalu dekat itu meninggalkan jejak yang dalam. Mudah saja aku menyukai Karamina ini. Dia selalu menyenangkan, bahkan di saat-saat tidak menyenangkan seperti perang dingin antara teman, keletihan karena pekerjaan, dan hal-hal lainnya. Kami pernah punya hari-hari manis untuk dikenang. Jalan kami bersimpangan dan akhirnya bertemu mungkin karena kesamaan kami; sama-sama suka menulis.

Dia tidak pernah tahu, suatu hari jauh sebelum mengandung kamu, Ibu pernah diam-diam berdoa sekilas. Doa yang disebabkan oleh besarnya rasa kagum, suka dan sayang Ibu padanya. Nanti ketika kamu lahir, kukenalkan padanya, ya. Biar dia tidak usah tahu, keinginan Ibu, yang sekilas Ibu panjatkan pada Tuhan  dalam doa yang cepat; “Aku ingin punya anak gadis seperti Karamina”

Selamat ulang tahun, Ponti Almas Karamina.

Semoga menjadi tahun yang menyenangkan, ya..

 

Amalia Achmad, Maret 2012

One thought on “Karamina

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s