Kata, adalah nomor dua

Debu putih menempel tebal di sampul itu
Sampul album foto kenangan kita dulu
Saat wajahmu selalu ceria menggema
Sata bibirmu selalu tersenyum ranum

Setiap pagi, dengan senyum selalu berbeda
Kau membuat hariku berwarna tak terkira

Masih teringat jelas dalam petak kenanganku
Gigi putihmu yang tersusun seperti kelinci, cemerlang tanpa cela

Bagiku, senyummu adalah daya pikat maha dasyat
waktu itu, hingga kini bahkan nanti saat kau mati

Itulah kenapa aku memilihmu
Bukan karena wajah tampan, badan tegap menjulang atau lebat jambang

Namun senyummu

Sesuatu yang terus kekal terhadap waktu
Yang takkan mengkerut seiring kulit

Aku mengagumimu karena senyummu
Aku mencintaimu karena alasan yang sama

Senyummu.
Hanya itu alasan kenapa kita bersama

Tak perlu kata cinta, senyummu sudah menggambarkan semua
Bahwa duniaku, ada padamu

 

*saya menulis ini, saat menemukan ini. Mungkin ini ga cuma untuk Lia, tapi juga untuk teman2 KMTG semua. Bahwa dalam perjalanan kita, kalian telah menciptakan banyak senyuman bagi saya.  Tak terkecuali Lia, yang kemaren dengan suksesnya bertambah tua. Selamat Ulang Tahun, Lia! Best wishes for you*

Candra Aji, Februari 2012

2 thoughts on “Kata, adalah nomor dua

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s