Kata, adalah nomor dua

Debu putih menempel tebal di sampul itu
Sampul album foto kenangan kita dulu
Saat wajahmu selalu ceria menggema
Sata bibirmu selalu tersenyum ranum

Setiap pagi, dengan senyum selalu berbeda Continue reading

Advertisements

Hari Ini Kita Lupa

Sebuah jam digital di meja kecil sebelah tempat tidur menunjukkan angka enam. Hari sudah pagi, namun ruangan itu masih gelap. Lampu tidak menyala. Hanya beberapa garis-garis sinar cahaya yang menembus lubang-lubang tirai jendela. Biasanya jendela itu terbuka, tapi tidak untuk hari ini.

Laki-laki yang hanya mengenakan singlet dan celana boxer itu duduk di pinggir ranjang. Sebatang rokok di tangan kirinya. Sesekali diisapnya dalam-dalam, kemudian diembuskan pelan asapnya. Asapnya mengepul menambah pengap ruangan itu.

“Selamat ulang tahun Ndre. Apa kamu ingat ini hari ulang tahunmu? Continue reading

Perempuan yang Tak Diketahui Tanggal Lahirnya

Bulan kedua sekian, sekian tahun yang lalu.
Bayi mungil perempuan lahir menghela nafas dunia.
Cantik, terlihat sudah bakatnya sejak tangis pertama.
Rengekannya merdu, alisnya tebal berkerut manja.

Bertahun kemudian, perempuan ini tumbuh bukan tanpa cela.
Namun harus diakui, kesempurnaan hanya segaris batasnya. Continue reading

Membaui Kenangan

Tak ada yang kebetulan di dunia ini, jika bukan kita yang merencanakan, mungkin Tuhan yang punya rencana.

Pelan aku mendorong pintu kaca. Ragu-ragu. Bukan karena cemas apakah tempat ini masih menerima pengunjung atau tidak, sudah pasti tulisan “Open” yang digantung di pintu berarti memang tempat ini masih buka meskipun hari mulai gelap. “MEI LIM TAILOR” tempat ini sudah berganti nama. Apakah aku salah rumah? Sedikit cemas, namun aku tak sempat lagi untuk berpikir, kemeja putihku sudah basah karena hujan. Dulu tempat ini bernama “KOH LIM TAILOR”, tempat menjahit langgananku yang ada di kawasan pecinan. Letaknya di ujung lorong panjang. Untuk sampai ke sini aku harus jalan kaki melewati toko-toko, serta jajaran rumah makan dengan asap mengepul yang baunya menggugah selera. Sesekali aku harus berteduh di pinggiran toko-toko itu karena hujan yang deras tadi.

Ada sesuatu yang berbeda ketika memasuki ruangan ini. Aroma teh hijau. Aku membaui sebuah kenangan. Continue reading