Sesuatu Yang Baru

Seingatku, sudah lama aku berhenti mempercayai sesuatu terlalu lama. Satu-satunya yang tetap adalah bagaimana aku menjalani hidup ini; berpindah-pindah dari satu hal ke hal lainnya. Dari satu tempat tinggal ke tempat tinggal lainnya, dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya, dari satu kenalan ke kenalan lainnya.

Ibuku mempercayai Ayah terlalu lama, dua puluh tujuh tahun, untuk apa? Aku menyimpan pengkhianatan Ayah sejak usiaku yang ke-tujuh, dua puluh tahun lamanya. Ayah dengan tanpa beban mengajak aku bertemu seorang wanita dan anak kecil dua tahun di bawah usiaku lalu memperkenalkan mereka sebagai ‘ini mama dan adik tapi jangan bilang-bilang Ibu ya’. Aku mengerti, Ibu memilih untuk pura-pura tidak mengerti. Continue reading

Advertisements

I Love You

Buku Memori
“Selamat pagi. Kamu siapa?”
“Hai Ditya, aku Dendy. Nih, coba kamu buka diary ini di halaman 4.”

Namanya Ditya. Dia adalah tunanganku dan InsyaAllah calon istriku. Setiap hari aku menemuinya, namun setiap hari pula ia lupa denganku. Dia menderita Anterograde Amnesia. Cara bodohnya, itu adalah penyakit lupa. Namun kalau Dokter bilang, itu adalah suatu bentuk amnesia di mana peristiwa atau kejadian baru yang ada dalam ingatan jangka pendek tidak ditransfer ke ingatan jangka panjang yang permanen. Otak hanya mampu mengingat dalam jangka waktu tertentu, setelah jangka waktu tertentu itu habis, maka otak akan kembali ke ingatan semula. Dan pagi ini adalah pagi ke-39 dia bertanya identitasku.

Continue reading

titik-titik

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

 

 

 

 

Sebenarnya aku tidak ingin memberimu tulisan atau apa-apa yang akan mengingatkanmu pada berulangnya tanggal yang sama di tahun yang berbeda. Sementara doa tentu saja bisa kuucap setiap kamu tiba-tiba ada di pikiranku, tak perlu menunggu hari tertentu.

Lucu, sebuah percakapan tentang kamu (yang tidak melibatkan kamu) mendatangi ingatan lagi dan lagi; “Dia, mau ngapain aja, yang baik, yang jelek, kita tetep sayang sama dia. Sayang yang tulus.”

Untuk Suryawan Wahyu Prasetyo

Amalia Achmad, 18 Januari 2012

Arjuna Cleopatra

Bioskop Tua

“Aku ingin hari ini tak ada.

Aku ingin satu tanggal ini disembunyikan saja dariku.”

Mentari pagi sudah mengintip dari sela-sela jendela bilik kamarku. Ah, sudah pagi ternyata.  Eh, tapi semalaman mataku sama sekali tak terpejam. Aku ga bisa tidur, padahal esok hari ini jadwal kerjaku sangat menggila. Ya, Selalu seperti ini. Setiap tanggal ini, pikiranku berkelana ke mana-mana, diapun kompak mengajak mataku untuk terjaga. Menjadikan memori-memori yang telah lalu, terputar kembali laksana bioskop tua.

Di subuh hari, beberapa orang memulai hari. Banyak orang masih terbuai mimpi. namun aku, masih sendiri dengan kenangan dingin jauh hari.

Yu,  nanti jangan lupa bawa file promo event bula ini ya? Bos mau lihat. Memori 10 jam yang lalu membawa aku kembali ke masa yang sebenarnya.

Bulan ini adalah bulan sibuk pekerjaanku. Banyak event yang harus aku kerjakan kerjakan, dan bagian kerjaku cukup lumayan. Okelah, tak ada pilihan kecuali membuang semua kenangan. Aku harus keluar, menghadapi masa sekarang. Menantang lantang sesuatu yang semua orang bilang kenyataan. Continue reading