Dear Santa

          | Your Life, Your Children’s lives
Will you live or die? decided by small group of elite

Christmas Eve

23.50

Aku melongok lewat jendela, lalu melihat ke langit. Santa belum datang. Ah, apakah cerita itu benar? bahwa Santa tak akan datang kalau kita menunggunya. Tapi aku sangat ingin bertemu dengannya. Bukan ingin meminta kado yang mahal, tapi aku ingin bertanya sesuatu kepadanya. Aku yakin dia bisa menjawab pertanyaanku yang semua orang yang aku tanyai tak bisa menjawabnya.

Teng.. teng.. teng…

Ah, sudah tengah malam rupanya. Aku masih sendiri kedinginan di ruang keluarga. Aku sempat bercerita kepada mama bahwa aku ingin bergadang malam ini untuk menunggu Santa.

“Tapi nak, Santa itu pemalu, ia tak ingin terlihat oleh siapapun saat memberi kado.” Continue reading

Advertisements

Cerita-Cerita Asing

Indonesia, sebuah negeri kaya raya. Aku sangat yakin, Indonesia diciptakan Tuhan ketika Tuhan sedang tersenyum bahagia. Dimana lagi bisa kita temui negeri seindah Indonesia, saat segala sesuatunya bisa berjalan dengan selaras. Keindahan alam dengan kekayaan hasil bumi yang begitu melimpah. Jika diumpamakan sebagai perempuan, sepertinya Indonesia layak menyandang predikat sebagai perempuan tercantik sepanjang masa. Jika dimisalkan laki-laki, tentunya Indonesia sangat pantas menerima status sebagai laki-laki terjantan sepanjang masa. Ibarat barang indah kwalitas istimewa, bagus secara bentuk kuat secara ketahanan, bukanlah sesuatu yang aneh jika banyak orang yang berebut untuk memilikinya. Continue reading

Bukan Santa Claus

“Mau sampai kapan?”

Aku hanya bisa diam

“Sampai terkumpul ratusan lembar surat hingga kau bisa membendelnya menjadi buku?”

Aku menggeleng.

“Atau sampai kau bisa menerbitkan buku dengan ratusan lembar kebohongan?”

Aku tak dapat menahan isakku. Kedua pundakku naik turun tak beraturan.

Kubuka selembar kertas putih dengan tulisan tangan di atasnya.

Ica ingin papa pulang.

Ica sudah jadi anak baik, agar santa claus bawa papa pulang waktu natal.

Aku semakin terisak dalam tangisku membaca tulisan tangan yang tidak teratur, besar kecil ukuran huruf yang tidak seragam namun ditulis dengan mantap, sungguh-sungguh.

Ica gadis kecilku, baru beberapa bulan ini bisa membaca dan menulis meski masih tertatih mengeja huruf-hurufnya. Aku ingat kata pertama yang dulu ditulisnya, PAPA. Sejak saat itu Continue reading