Pondok Pesantren “Senin-Kamis”

“Pondok Pesantren Khusus Waria”

Pondok Pesantren “Senin Kamis” yang beralamat di Notoyudan GT II/1294, RT 85 RW 24, Yogyakarta ini memiliki bangunan yang sangat sederhana, jika kita tidak jeli untuk melihat plang bertulisakan “Pondok Pesantren Khusus Waria Senin Kamis”, tentunya kita akan menganggap bangunan tersebut hanyalah rumah penduduk biasa. Pondok ini juga memiliki keunikan tersendiri daripada pondok pesantren lainnya karena pondok pesantren ini mengkhususkan diri untuk para waria. Selain itu, walaupun menggunakan nama “Pondok Pesantren” tetapi di sini tidak mengkhususkan diri pada salah satu agama tertentu, semua waria dengan agama apapun diterima, asal niatnya untuk beribadah. Maryani sebagai pimpinan pondok menceritakan awal mula didirikannya pondok ini karena keinginannya untuk mendapatkan kebebasan beribadah sebagai waria. Pondok yang berdiri tahun 2008 ini mengalami kesulitan dalam mendapatkan izin dari pemerintah untuk berdiri sebagai pondok pesantren. Oleh karena itu, Mariyani sebagai pimpinan pondok mengusahakan jalur lain untuk mendapatkan kekuatan hukum, yaitu melalui akta notaris yang akhirnya didapatkannya pada tahun 2010.

“Visi Misi”

Visi:

Mewujudkan kehidupan waria yang bertaqwa kepada Allah SWT dan bertanggung jawab terhadap diri dan keluarga, serta komunitas/masyarakat/Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Misi:

Mendidik para santri waria menjadi pribadi yang taqwa dengan berbekal ilmu Agama Islam yang kuat dan mampu beradaptasi dan berinteraksi dengan segala lapisan komponen masyarakat Indonesia yang ber-Bhineka Tunggal Ika.

 

“Para Santri”

Dipilihnya nama “Senin Kamis” sendiri dikarenakan kegiatan resmi pondok hanya berlangsung pada dua hari itu. Para santri yang banyak memiliki kegiatan lain di luar pondok untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka dan keterbatasan dana untuk menjalankan kegiatan pondok karena seluruh biaya ditanggung oleh Mariyani sedang para santri tidak dipungut biaya apapun adalah faktor utama mengapa kegiatan resmi pondok hanya berlangsung dalam dua hari tersebut, yaitu senin dan kamis. Untuk membiayai kegiatan pondok sendiri, Mariyani membuka salon rias yang juga berada di dalam pondok Para santri di pondok ini tidak hanya berasal dari Yogyakarta, tetapi juga berbagai daerah lain, seperti Mataram, Padang, Palembang, Surabaya, Tasikmalaya, Medan dan Purwodadi. Di dalam pondok, kegiatan mereka seperti shalat berjama’ah, puasa, dzikir, shalawatan dan pengajian. Bagi para santri yang belum bisa mengaji, di sini mereka juga belajar mengaji. Selain kegiatan tersebut, pondok pesantren ini juga memiliki kelas Bahasa Inggris. Pondok juga aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial, baik di dalam kampung tempat pondok berdiri, juga kegiatan sosial lain di luar kampung mereka. Pada waktu-waktu tertentu, Mariyani dan para santri juga pergi untuk berziarah kubur ke kuburan teman-teman mereka sesama waria.

“Buku Tamu”

Pondok Pesantren Senin Kamis ini bisa jadi merupakan satu-satunya pondok pesantren di dunia yang mengkhususkan diri pada waria. Hal itu tentunya menarik minat banyak pihak untuk datang dan melihat secara langsung pondok pesantren ini. Pengunjung yang datang tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri. Tidak hanya dari kalangan akademisi, media pers, agamawan, budayawan, lembaga swasta dan pemerintah, tetapi juga dari wisatawan. Pondok Pesantren Senin Kamis yang unik ini menambah satu lagi keistimewaan Yogyakarta dengan beragam pernik budayanya.

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s