Kosong Adalah Isi, Isi Adalah Kosong

“Pernah nggak sih kamu ngerasa kosong?”

“Kosong adalah isi. Isi adalah kosong. Begitulah kata Tong Sam Chong.”

“Wen, kamu sehat kan?” tanya wanita yang duduk tepat di depanku.

“Sehat” jawabku sekenanya.

Kemudian dia tiba-tiba berdiri dan memeriksa dahiku dengan punggung tangan kanannya. “Nggak panas kok..”, lanjutnya.

“Kan sudah kubilang, Mel. Aku sehat. Sehat banget malah”, sahutku sambil mengangkat kedua tanganku berpose ala binaraga. Continue reading

Rindu KAMU

“Jadi.. Apa yang terjadi setahun ini? Bahagia lo di sana?”

Aku baru saja menghempaskan diri di tempat tidur kamarnya, tempat dulu aku sering menginap jika aku bertengkar dengan ayahku, atau aku pulang terlambat hingga tak dibolehkan masuk ke rumah. Bantal yang kini di pangkuanku adalah saksi untuk tiap air mata yang mengalir pelan-pelan saat dia kira aku sedang tidur. Continue reading

God is a Director

| Kenapa Allah ciptain kita beda-beda, kalau Ia hanya ingin disembah dengan satu cara  — cin(T)a

Betwen Line
”Heyy…”
”Ha-a-a-ai!” Suara Frisa di ujung sana terbata-bata.
”…”
”….”
“Frisa? Kok diem?”
”Iya, Eldo. Frisa’s speaking . Postcard-mu barusan sampai, sudah saya buka,” jantung gue berdebar kencang tiba-tiba.
Your request, It’s really surprising me.”
”No need to rush, Frisa. ” gue mencoba menenangkannya, takut dia gegabah berkeputusan.
 “Saya ga bisa, Do. Maaf.” Percuma, dia default gegabah. Menurut gue.

Continue reading

Pondok Pesantren “Senin-Kamis”

“Pondok Pesantren Khusus Waria”

Pondok Pesantren “Senin Kamis” yang beralamat di Notoyudan GT II/1294, RT 85 RW 24, Yogyakarta ini memiliki bangunan yang sangat sederhana, jika kita tidak jeli untuk melihat plang bertulisakan “Pondok Pesantren Khusus Waria Senin Kamis”, tentunya kita akan menganggap bangunan tersebut hanyalah rumah penduduk biasa. Pondok ini juga memiliki keunikan tersendiri daripada pondok pesantren lainnya karena pondok pesantren ini mengkhususkan diri untuk para waria. Selain itu, walaupun menggunakan nama “Pondok Pesantren” tetapi di sini tidak mengkhususkan diri pada salah satu agama tertentu, semua waria dengan agama apapun diterima, asal niatnya untuk beribadah. Maryani sebagai pimpinan pondok menceritakan awal mula didirikannya pondok ini karena keinginannya untuk mendapatkan kebebasan beribadah sebagai waria. Pondok yang berdiri tahun 2008 ini mengalami kesulitan dalam mendapatkan izin dari pemerintah untuk berdiri sebagai pondok pesantren. Oleh karena itu, Mariyani sebagai pimpinan pondok mengusahakan jalur lain untuk mendapatkan kekuatan hukum, yaitu melalui akta notaris yang akhirnya didapatkannya pada tahun 2010. Continue reading

Namaku Sauh

Petualanganku entah dimulai sejak kapan, entah dari mana, akan sampai kapan, akan sampai mana?

 

“Sauh..Cepatlah kemari..” wanita paruh baya itu melambaikan tangannya.

“Iya..Mak Cik..” seruku.

 

Sauh. Aku sudah terbiasa dengan panggilan itu. Sauh berarti mengangkat jangkar. Pertanda kapal siap berangkat meninggalkan  dermaganya, menuju lautan.

Continue reading

Cerita dari Kampung Kami

Biar kuceritakan sebuah peristiwa, duduk-duduklah tenang di sana.

 

“Sudah Magrib… Cepatlah masuk… “ seruan itu hal yang jamak terdengar di kampung itu. Kampung kecil dengan rumah-rumah panggung besar dan halaman luas yang jumlahnya tak sampai sepuluh. Kampung dimana Ibuku dibesarkan, yang sekali-sekali kukunjungi menjelang Lebaran. Di rumah kami, enam jam perjalanan dari kampung ini, Ibuku pun kerap memekik gusar tiap kali sudah dekat waktu Magrib dan aku belum pulang. Dulu, kukira itu semata karena ia tak mau aku meninggalkan shalat dengan gampang. Sampai suatu hari di usiaku yang kedua-belas.

Continue reading

Lintas Benua

The Beginning
“Anak-anak, Selain Indonesia, manakah negara favoritmu?”
“Jerman! Saya pengen nonton FC Bayern Munchen di Jerman.”
“Jepang! Saya ingin makan nasi Onigiri.”

SMA 3 Yogyakarta, tanggal 11 bulan terakhir tahun 2002, Pelajaran Seni Budaya, Pak Mustoko mengawali semua cerita.

Cerita Eldo
MUNCHEN, Jerman. Suasana riuh begitu semarak di kawasan pedestrian. Ini adalah Oktoberfest, festival dua-mingguan yang diadakan setiap tahun di München, Bayern, Jerman, pada akhir September dan awal Oktober. Festival ini adalah salah satu acara paling terkenal di kota ini dan juga merupakan festival terbesar di dunia dengan sekitar enam juta pengunjung setiap tahunnya. Continue reading

Menjelajah Waktu

Anggaplah aku berteman dengan Doraemon. Oh, atau anggap saja aku Doraemon, supaya lebih mudah. Menurut petunjuk yang aku dapatkan dari bos-ku, sekarang ini aku ditugaskan menjadi penjelajah mesin waktu. Dia sudah menyiapkan sesuatu untukku, katanya. Rasanya aku bersemangat sekali, beraksi menjadi time traveler, seperti si ganteng Eric Bana.

Bos membekaliku dengan benda mirip jam tangan. Laci Doraemon sudah so last year. Sementara adegan Eric Bana terlalu ekstrim. Sepertinya ini penjelajahan waktu paling sempurna. Jam tangan itu yang akan membawaku berjalan-jalan, dan aku akan sampai di tujuan dalam keadaan berpakaian lengkap. Maaf ya Eric Bana, aku lebih canggih darimu. Continue reading