Pada Jarak dan Waktu

Anak kembar itu bernama jarak dan rindu

Terlahir dari rahimmu setelah kubuahi.

Di waktu yang sekali, kala malam bertemu pagi

Tak ada sesiapa, kita bercumbu

Saat itu,

Dalam semesta dunia kita bertemu.

Sejak itu,

Semesta hidupku adalah kamu.

Saat pagi datang, ia menjelma kamu

Sedang aku adalah jelmaan malam.

Pada jarak abadi antara pagi dan malam

rinduku

rindumu

rindu kita

berderak, teriak, mengisak

mengamuk, meraung lantas lunglai.

Tak mungkin meretas jarak

Tak mungkin memasung rindu

Kita diam,

menunggu dalam bisu

Kita diam,

dalam siksa yang mendera

dalam sakit yang menjadi

dalam luka yang menganga

Hingga waktu yang entah

Hingga waktu yang selamanya

Anak kembar itu bernama jarak dan rindu

Terlahir dari rahimmu setelah kubuahi.

Pada mereka cinta kita bertaut

Sedang kita, selamanya tidak akan bersatu.

 

Danu Saputra, Agustus 2011

25 thoughts on “Pada Jarak dan Waktu

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s