22.59

22.59

Satu menit sebelum jam sebelas malam dan pesan pendek itu datang; Lagi apa? Dimana? Ketemuan yuk? Mendesak- desak sampai sesak.

Dia lagi di luar kota, ya? Lalu delete.

Hmm… ada apa? Lalu delete.

 Aku sibuk. Lalu delete.

Lagi mikirin kamu. Di kamar. Yuk! Lalu melempar sembarang telepon genggam.

Berdiri kebingungan di depan cermin tak bisa memutuskan.  Berganti- ganti pakaian hingga kali ke- sembilan. Dandan? Jangan? Ah, lingkaran menghitam di bawah mata harus disembunyikan. Tersenyum sendiri, senang. Diam- diam menggumam lagu Nadia milik Jeff Beck.

Jawaban pesan belum lagi dikirim. Dari kotak kecil pengeras suara yang sudah tak lagi stereo, Zooey Deschanel mengejek pelan “… your late night booty call…”. Ditabrak rasa bersalah hingga terduduk di pinggiran tempat tidur. Ini tidak seharusnya, kan? Tapi apa salahnya, kan? Cuma satu pertemuan antara dua teman lama, kan? Dan ini sudah lama dinanti- nanti, kan?

23. 59

Satu menit sebelum tengah malam dan sebuah panggilan dengan nama seseorang berkedip di layar telepon genggam mengembalikan kewarasan.

“Halo?”

“Halo, sayang… “

00.00

Lagi mikirin kamu. Di kamar. Yuk!  Lalu delete, menggantinya dengan; Semuanya sudah selesai. Kamu dan aku sudah punya seseorang yang lain, dan mereka percaya kita. Tidak perlu merusak apa yang sudah ada. Sudah dikirim jawaban pesan.  Aku menangis lama sampai gelagapan.

**

Amalia Achmad, Agustus 2011

25 thoughts on “22.59

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s